Filed under: Wisdom Lover
Lagu dibawah ini biasanya dinyanyikan oleh kita pe mama sebelum tidur. Bercerita tentang pulau-pulau diutara tanah Minahasa. Walaupun nda dinyanyikan tetapi tetap terdengar indah karena berrima. Ini depe lagu dan terjemahannya:
This song was always sung by my mother as a lullaby. It recite the name of island of Sangihe Island. The song seems isn’t complete without tone, but you can still enjoy it because it has rhythm. This is the song and it’s translation (Siau and Bahasa only, English translation will be updated).
Ia mutia u nusa
mudarekeng banua
tetae u Mandolokang, biaho dade dua
Karangetang su sebangeng, awune tutiwua,
malalele susedapeng, Makalehi pirua
Para, Nitu, Sanggaluhang,
Siha dan Mahengetang
Kalama dan Kahakitang
Dala seng Batunderang
Dumaki su tana lawo
Pia Sangihe Labo
Pia Tabukan, Tahuna, Manganitu, Tamako.
Dumaki su Isi Horo, Taloda ne malewa
Soang Beo, pia Lirung. Sene Datung Taloda
Salibabu, Karakelang, Kaburuang marani.
Tanae sarang Karatung, Nanusa matatani
Arenge tahendunang,
desoko su endumang
Aribe buli sunaung, ene tanang Sangihe
Maning mu bulang, mu taung, ene banuang Kite
Aku Mau menghitung pulau, menyebut tempat-tempat
Mulai dari Mandolokang (Tagulandang), disampingnya ada Biaro.
Karangetang (Siau) dipuja-puja, asapnya mengepul
Dibarat matahari terbenam di Makalehi.
Para, Nitu, Sanggaluhang, Siha dan Mahengetan
Kalama dan Kahakitang, disebelahnya Batung Derang
Mendaki ke tanah yang luas ada Sangir Besar (Sangihe Labo)
Ada Tabukan, Tahuna, Manganitu dan Tamako.
Mendaki di lautan bergelombang ada Taloda (Talaud) yang luas
Ada Beo dan Lirung, disitu tinggal Raja-Raja Talaud.
Salibabu, Karakelang dan Kaburuang berdekatan.
Kebawah mendekat ke Karatung ada Nanusa yang terasing.
Ingatlah namanya, simpan diingatan.
Janganlah buang dari jiwa, ada Tanah Sangihe
Melewati bulan dan Tahun tetap teringat kampung halaman kita.